Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 06

Rp 12.000,00

Diantara isi Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 06 vol.02/Rajab – Sya’ban 1435H/Mei – Juni 2014 :

– Syarat-syarat Tauhid
– Isbal, dosa besar yang diremehkan
– Kejahatan abul Hasan al-Ma’ribi dan ali Hasan al-Halabi terhadap dakwah salafiyyah
– Ringkasan sebab-sebab ali Hasan di-jarh (dicerca dan dikritik)
– Pertemanan Rodja dengan ali Hasan al-Halabi
– Benarkah Manhaj asy-Syaikh Robi’ mutasyaddid?
– Kapan seseorang disebut sebagai mubtadi’ (ahlul bid’ah)
– Menyikapi perbedaan ulama dalam jarh wt ta’dil
– Kajian kitab al-Ajwibah al-Mufidah (bagian-1)

Stok kosong

Deskripsi

majalah-fiqih-islami-fawaid-edisi-06Judul: Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 06 vol.02/Rajab – Sya’ban 1435H/Mei – Juni 2014,
Tema : Isbal, Dosa Besar yang Diremehkan
Penerbit: Ma’had al-Manshuroh
Tebal: 104 halaman
Fisik: 15 cm x 23 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 12.000 (Jawa) Rp.14.000 (Luar Jawa)

UNTUK KALANGAN SENDIRI

Sinopsis Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 06 vol.02/Rajab – Sya’ban 1435H/Mei – Juni 2014

Salam Pengantar, Keakraban Rodja dengan Ali Hasan al-Halabi

Setiap orang memiliki standar yang sama ketika ingin menjadikan orang lain sebagai teman atau sahabat. Standar tersebut adalah adanya sejumlah kesamaan pada dirinya dengan orang yang hendak dijadikan teman. Sehingga kita bisa melihat di masyarakat, demikian banyak pertemanan (komunitas) yang dijalin atau disatukan oleh kesamaan-kesamaan, meski kesamaan itu bisa dipandang oleh orang lain sebagai sesuatu yang sanagt remeh (tidak penting).

agama kita telah menjelaskan bahwa kedudukan teman adalah sangat penting. sehingga kita diwajibkan untuk tidak sembarang menjadikan orang lain sebagai teman. Karena teman bisa memberi pengaruh yang besar pada agama kita.

Sehingga, sungguh merupakan suatu yang sangat mengherankan ketika ada sekelompok orang yang menyeru kepada dakwah salafiyah, namun mereka menjalin pertemanan yang akrab dengan seorang tokoh yang memiliki banyak penyimpangan dan telah ditahdzir oleh para ulama agar umat menjauhi tokoh tersebut. Inilah yang dilakukan oleh para pengelola radio Rodja (dan juga RodjaTV) terhadap Ali Hasan al-Halabi.

Di antara bentuk keakraban para pengelola Rodja dengan Ali Hasan adalah mereka mengadakan muhadhoroh di masjid Istiqlal pada tanggal 29 Syawal 1433 H (16 September 2012) dengan pembicara Ali Hasan al-Halabi. Begitu pula salah satu pentolan Rodja yang bernama Firanda Andirja, begitu gigih melakukan pembelaan-pembelaan terhadap Ali Hasan al-halabi.
Fawaid edisi kali ini mencoba mengangkat sedikit bukti kedekatan hubungan antara para pengelola Rodja dengan Ali Hasan. Semoga kita bisa mengambil pelajaran bisa mengambil pelajaran dan memaklumi mengapa Syaikh Robi’ bin Hadi hafidzohulloh sampai mendahdzir umat agar tidak mendengarkan radio ini.

 

Additional information

Berat 0.14 kg



Produk eksklusif

Kategori spesial dari produk