Majalah Muslimah Qonitah Edisi 13 vol 02 1435H-2014M

Rp 11.000,00

Wirid : Sayyidul istighfar, Penghulu Ucapan Istighfar
Pilar :Al-Khauf Pelita Hati Hamba yang Beriman
Titian Sunnah :Bersegera Memenuhi Perintah Allah dan Rasul-Nya
Tadabur al-Qur’an:Meraup Pahala dengan Menundukkan Syahwat
Silsilah Hadits :Cermin-cermin Perhiasan Dunia
Adab : Kesempurnaan Akhlak dalam Pergaulan Muslimah
Fikih lbadah :Mandi dalam Bimbingan Syariat Bagian 2
Fikih Wanita :Darah yang Keluar dari Tubuh Wanita
Bahteraku :Tugas-tugas Mulia yang  Kau Emban
Figur Mulia :Asma’ bintu Abi Bakr ash-Shiddiq Berani Membela Kebenaran
Kisah :Kekokohan Iman Ibunda _Kalimur Rahman
Alam Wanita :Bergaya Maskulin Virus yang Kian Menggejala
Dunia Remaja :Dari Balapan Liar Hingga Pergaulan Bebas ABG
Buah Kasih :Menjaga Kebersihan Si Kecil
Bahasa Arab :Kata Bilangan
Surat Pembaca
Fatwa Wanita : Hukum Menjabat Tangan Wanita Ajnabiyyah (Asing)_ 93
5 Kebiasaan Melaknat dan Memukul Anak-anak
Ruang Konsultasi Kreasiku : Kotak Serba Guna Untuk Si Kecil
Tips Manfaat :Kiat Ampuh Cegah Toksoplasmosis dalam kehamilan

Deskripsi

majalah-muslimah-qonitah-edisi-13-vol-02-1435h-2014mJudul: Majalah Muslimah Qonitah Edisi 13 vol 02 1435H-2014M
Media Cerdas Wanita Salehah,
Tema: Kesempurnaan Akhlak dan Pergaulan
Penerbit: Muslim Takwa Media
Fisik: 112 hal, isi hvs, 32 halaman full color, sampul soft cover, uv
Harga: Rp. 11.000 (jawa) atau Rp. 13.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Muslimah Qonitah Edisi 13 vol 02 1435H-2014M,

Pengantar Redaksi, Ada Nilai Dakwah dalam Akhlak Kita

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Seringkali penilaian baik tidaknya seseorang diukur dengan akhlak an adabnya ketika bergaul dengan orang lain. Inilah yang terjadi pada masyarakat secara umum. Bahkan, sebagian orang-yang belum memeluk Islam, atau yang jahil terhadap hakikat agama Islam-akan melihat dan menilai agama Islam dari perilaku dan tindak-tanduk pemeluknya.

Semakin berilmu tentang agama, seseorang seharusnya semakin menunjukkan akhlak karimah dan perilaku yang terpuji. Jika tidak demikian, ilmu yang dia peroleh justru akan menghujat dirinya sendiri. Lebih dari itu, perilaku buruk dari orang yang dianggap berilmu tentang agama, justru akan merusak nama baik agama itu sendiri. Betapa banyak anggapan keliru tentang agama Islam yang mulia ini, yang sebabnya ialah perilaku sebagian pemeluknya-bahkan orang yang ditokohkan dalam agama-yang jauh dari tuntunan Islam.

Pembaca ….
Bisa jadi, untuk berdakwah dengan menyampaikan ilmu agama di depan khalayak, kita belum mampu. Akan tetapi, pernahkah kita sadari, ketika mengamalkan beragam tuntunan syariat semampu kita, sejatinya kita juga sedang mendakwahkannya kepada orang lain? Seakan-akan, kita sedang menunjukkan kepada orang lain, inilah Islam. Ketika ada orang bertanya kepada kita tentang sebuah amalan yang kita kerjakan, lantas kita jelaskan kepada mereka; bukankah ini suatu bentuk dakwah? Atau paling tidak, orang lain jadi tahu tentang sebuah amalan yang sebelumnya dia anggap aneh atau bahkan tidak ada dalam Islam. Bukankah ini juga dakwah?

Demikian pula halnya dalam hal akhlak dan perilaku kita sehari-hari. Sudah semestinya akhlak dan perilaku kita menunjukkan kemuliaan dan keindahan agama Islam yang kita peluk. Mulai dari cara berbicara dengan lawan jenis, gaya dandanan ketika di luar rumah, sopan santun di jalan, muamalah dengan tetangga, perilaku dalam rumah tangga, Cara mendidik anak, hingga menjaga hubungan silaturahim dan berbagai aspek kehidupan; kita harus menyadari sepenuhnya bahwa dalam semua hal tersebut ada nilai dakwah.

Akan tetapi, di sisi lain, perilaku dan pergaulan yang baik tidak boleh menabrak rambu-rambu syariat. Batasan syariat tetap harus dijaga. Upaya menunjukkan akhlak dan perilaku yang terpuji tidak boleh menyeret kita melakukan hal-hal yang diharamkan, seperti khalwat, ikhtilalh, nada bicara wanita yang mengundang godaan, dan berbagai kemaksiatan lainnya. Apalagi sampai menjatuhkan kita dalam kegiatan yang beraroma kebid’ahan, terlebih lagi kesyirikan.

Oleh karena itu, ada satu hal penting yang perlu kita perhatikan ketika bergaul dengan orang lain. Keinginan kita menunjukkan perilaku yang baik seharusnya tidak menghalangi kita melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Prinsip amar ma’ruf nahi mungkar harus tetap ditegakkan. Hanya saja, kita perlu melakukannya dengan hikmah, memilih cara dan kesempatan yang tepat.

Jadi, kita perlu mengetahui (baca: belajar dan mengilmui), rambu-rambu pergaulan apa saja yang dibolehkan dan yang dilarang oleh syariat. Akhirnya, kita pun harus kembali kepada sebuah kaidah agung yang dituliskan oleh al-Imam al-Bukhari sebagai sebuah judul bab dalam kitab Shahih-nya: al-‘ilmu qabla al-qauli wal ‘amal. Ya, berilmulah dahulu sebelum berucap dan berbuat.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Additional information

Berat 0.14 kg


Produk eksklusif

Kategori spesial dari produk