Majalah Asy-Syariah Edisi 112 tahun 2015 tema Topeng Tebal Islam Nusantara

Rp 13.000,00

Deskripsi

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi 112 tahun 2015
Tema : Topeng Tebal Islam Nusantara
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 13.000

Sinopsis Majalah Asy-Syariah Edisi 112 tahun 2015 tema Topeng Tebal Islam Nusantara

Topeng Tebal Islam Nusantara

Sebuah topeng baru berwajah rahmatan lil ‘alamin, muncul di negeri ini. Wajah keriput yang tebal dengan “kosmetika” moderat, toleran, cinta damai, dan menghargai keberagaman. Konon, Islam mereka adalah yang merangkul bukan memukul, Islam yang membina bukan menghina, Islam yang memakai hati bukan memaki-maki, Islam yang mengajak tobat bukan menghujat, dan seterusnya.

Terbukti, kelompok bernama Islam Nusantara ini memang benar-benar merangkul mesra Syiah, Ahmadiyah, Nasrani, Hindu, Budha, dan kalangan non-Islam.

Adapun terhadap saudara-saudara se-islam yang mengamalkan ajaran Islam yang berbeda dengan versinya, mereka posisikan sebagai musuh sejadi-jadinya. Lebih-lebih terhadap muslimin yang mengamalkan ajaran Islam sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam, mereka ajak “tobat” dengan hujatan dan fitnah juga. Tampak jelas, Islam Nusantara hanya menjual istilah. Maka dari itu, demi mengakomodasi istilah-istilah “gaib” yang ditelorkan oleh kelompok ini, tampaknya perlu dibuat kamus JIN alias Jaringan Islam Nusantara.

Sikap “membina tidak menghina” ditunjukkan oleh salah satu tokoh JIN. Dengan (katanya) “memakai hati dan tidak memaki-maki”, ia tampakkan sikap sewot terhadap jenggot. Memelihara jenggot yang merupakan ajaran Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam bahkan, banyak ulama yang mewajibkan-dikerdilkan sebagai adat Arab. Orang-orang berjenggot dibodoh-bodohkan. Lupakah dia, pendiri ormas yang dia pimpin sekarang berikut para kiainya juga berjenggot? Kalau mengaku toleran, mengapa terhadap jenggot begitu antipati?! Kalau mengaku toleran, mengapa ketika ada orang memakai busana yang menutup aurat meradang? Kalau mengaku toleran, mengapa antipati dengan orang yang tidak mau tahlilan? Dengan logika bodoh saja, orang Nasrani, Budha, Hindu, Kong Hu Cu tahlilan. Bukankah tidak tahlilan juga bagian keberagaman yang selama ini digembar-gemborkan? Lantas mengapa harus membawa nama Pancasila untuk urusan tahlilan? Siapa yang bodoh dan siapa yang diragukan Pancasila-nya?

Begitu paradoksnya Islam Nusantara. Sibuk ménghina atribut Islam yang sejatinya bukan adat Arab, tetapi bungkam dengan banyaknya busana yang mengumbar aurat. Mari buka mata, hijab sebagai busana muslimah muncul setelah datangnya Islam, kala busana orang Arab jahiliah waktu itu mengumbar aurat. Anggaplah busana itu meniru sesuatu yang telah menjadi kebiasaan di Timur Tengah, haruskah kita sesewot itu? Mengapa dia tidak sewot dengan banyaknya orang yang membebek dengan Barat, tak hanya dalam hal busana, namun juga gaya hidupnya? Mengapa tidak jujur bahwa inti ajaran Islam Nusantara hanya anti-Arab? Kalau memang mengedepankan yang berbau Nusantara, mengapa Ahmadiyah dan Syiah yang notabene bukan Nusantara dirangkul demikian mesra?

JIN juga begitu semangat mengatakan bahwa yang di luar mereka sebagai Islam yang hanya menonjolkan simbol. Padahal mereka jauh lebih parah, lebih mengedepankan seremoni namun jauh dari substansi. Seremoni yang tidak ada bimbingannya dari Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam dibela mati-matian. Semakin kehilangan substansi manakala mengaku cinta Rasul Shalallahu’alaihi wa Sallam, tetapi kala ada muslimin yang mengikuti sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam, seperti memelihara jenggot, dicerca habis-habisan.

Sadar atau tidak, Islam Nusantara menahbiskan diri sebagai “karyawan” Salibis. JIN tak lebih dari aliran yang intoleran terhadap sesama Islam, tetapi begitu toleran terhadap non-Islam. Cuma mengelus dada saja dengan aliran yang paradoks ini. Aliran yang seharusnya masuk kelompok “aneh tapi nyata”.

Diantara isi dari Majalah Asy-Syariah Edisi 112 tahun 2015

  • Mewaspadai Upaya Merusak Islam
  • Keutamaan Shalat Sunnah 12 Rakaat
  • Berlepas diri dari orang kafir
  • Islam Nusantara, disintegrasi kehidupan beragama
  • Islam Nusantara dan Rahmatan lil Alamin
  • Islam Nusantara dan kultur budaya
  • Yahudi dan Nasrani dalam Perspektif
  • Islam Nusantara dan AhmadiyahPermusuhan terhadap Dakwah Tauhid
  • Akhlak Pengusung Islam Nusantara
  • Fatwa Ulama seputar Pembenahan Perilaku Anak
  • Pelajaran dari Kisah Qailah
  • Istri Pernah disusui Ibu Tiri Suami
  • Wanita Berhias Setelah Selasai Masa Iddah

 

Additional information

Berat 0.14 kg
Dimensi 15.5 x 23.5 x 0.5 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Majalah Asy-Syariah Edisi 112 tahun 2015 tema Topeng Tebal Islam Nusantara”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




Produk eksklusif

Kategori spesial dari produk